Info Pariwisata Indonesia Pulau Morotai Maluku Utara

Main Posts Background Image

Main Posts Background Image

Sabtu, 08 April 2017

Info Pariwisata Indonesia Pulau Morotai Maluku Utara


Pulau Morotai terletak di utara Pulau Halmahera, Provinsi Maluku Utara. Pulau ini merupakan salah satu pulau paling utara di Indonesia dan merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Halmahera Utara. Keindahan Morotai dengan segudang sejarah dari Perang Dunia II membuatnya dijuluki sebagai, “Mutiara di Bibir Pasifik”.

Baca Juga: Daftar Harga Tenda Dome 2016

Kota paling besar di Morotai adalah Daruba yang berlokasi di sebelah selatan. Di bagian utara pulau ini berbatas dengan Filipina, di bagian timurnya adalah Samudera Pasifik.

Dengan total populasi sekira 53,000 jiwa dan luas sekira 1.800 kilometer persegi. Pulau ini memiliki beberapa pantai dengan pemandangan memukau didampingi oleh rahasia keindahan bawah laut yang menyimpan misteri. Ya, Morotai memiliki beberapa tempat menyelam menarik yang sanggup membuat decak kagum tamu bawah lautnya.

Morotai pada abad ke-15 hingga abad ke-16 berada di bawah kekuasaan Kesultanan Ternate. Misi Yesuit Portugis sempat singgah di sini tetapi tidak diterima Kesultanan Muslim Ternate dan Halmahera sehingga Portugis pun hengkang. Pulau Morotai lebih terkenal sebagai bagian dari sejarah Perang Dunia II karena dimanfaatkan Jepang kemudian direbut Amerika Serikat pada September 1944. Amerika menggunakan pulau ini sebagai landasan serangan pesawat sebelum menuju Filipina dan Borneo bagian timur. Merupakan basis untuk serangan ke Jawa pada Oktober 1945 yang ditunda setelah penyerahan diri Jepang pada bulan Agustus.

Penduduk lokal di Pulau Morotai yang masih mengingat Perang Dunai II akan bercerita kepada Anda bahwa tahun 1944-1945 tempat ini merupakan lokasi pertempuran sengit dari puluhan pesawat tempur yang menderu ketika lepas landas dan mendarat di sepanjang Teluk Daruba. Puluhan ribu tentara bertebaran di setiap sudut pulau dan kapal angkatan laut berlabuh membawa pasokan kebutuhan harian tentara. Morotai saat itu merupakan salah satu markas tentara Amerika Serikat saat berperang menghadapi Jepang dalam Perang Pasifik selama Perang Dunia II.

Pada 15 September 1944, tentara sekutu dari Amerika Serikat dan Australia di bawah pimpinan Panglima Pasifik Barat, Jenderal Douglas MacArthur mendarat di Morotai tapatnya di bagian barat daya pulau ini. Sebelum kedatangan sekutu ke Morotai, tentara Jepang sudah terlebih dahulu menduduki tempat tersebut dan membangun sebuah landasan pesawat. Jepang kemudian meninggalkan Morotai untuk mendukung pertempuran di Pulau Halmahera. Ketika itu hanya tersisa sebanyak 500 tentara Jepang di Morotai yang bertugas untuk menjaga pulau tersebut. Oleh karena itu, dengan jumlah tersebut mereka dapat langsung ditaklukkan pasukan Amerika Serikat. Angkatan Laut Jepang berikutnya berusaha merebut kembali pulau ini tetapi gagal.

Ketika Jepang meniggalkan Morotai. Jenderal MacArthur melihat hal tersebut sebagai kesempatan emas untuk mengambil alihnya karena lokasinya yang strategis untuk merebut kembali Philipina dari Jepang. Sekira lebih dari 50 ribu tentara sekutu ditempatkan di Morotai dan MacArthur membangun beberapa landasan pesawat dan rumah sakit besar dengan 1.900 tempat tidur di dalamnya.

Selama Perang Dunia II berlangsung, pasukan Sekutu terus menempati Morotai hingga akhirnya Jepang menyerah tahun 1945 dan Pasukan Sekutu meniggalkan pulau tersebut. Sebelum meninggalkannya pasukan Sekutu membakar semua bangunan yang mereka dirikan di Morotai.

Kini, Morotai menjadi saksi sejarah Perang Dunia II dimana kegiatan militer yang kuat pernah beroperasi di pulau tersebut dan peranannya dalam membebaskan Filipina   dari pendudukan Jepang hampir terlupakan.

Cara paling mudah untuk mencapai Morotai adalah menggunakan penerbangan dari Ternate ke Galela kemudian langsung melanjutkan ke Morotai selama 30 menit dengan harga tiket Rp250.000,- dan terbang seminggu sekali.

 Anda dapat juga memilih jalur lain menggunakan kapal dengan jarak tempuh sekitar 12 jam yang berangkat sebanyak dua kali seminggu dengan tarif sekira Rp50.000,-. Alternatif lain adalah melalui jalur darat dari Ternate ke Tobelo sekitar 4 jam dengan tarif sebesar Rp75.000,-.

Ada banyak kuliner yang bisa Anda temui di Morotai. Kuliner yang sering diburu wisatawan adalah lobster segar. Apabila Anda tidak menyukai lobster, jangan kawatir karena masih ada banyak pilihan hidangan laut yang bisa Anda pilih untuk mengisi perut

Transportasi paling efisien untuk menuju ke Pulau Morotai adalah dengan penerbangan perintis dari Ternate ke Galela, lalu melanjutkan ke Morotai.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Maluku Utara

Jln. Kamboja No. 14A, Ternate, Maluku Utara

Telp. (0921) 327396

Fax. (0921) 327396


Share pengalaman kalian saat berkunjung ke tempat ini di dalam komentar ya ;)

Tidak ada komentar

Posting Komentar

Follow us on G+

Error 404

The page you were looking for, could not be found. You may have typed the address incorrectly or you may have used an outdated link.

Go to Homepage