Info Pariwisata Indonesia Pulau Guraici Maluku Utara

Main Posts Background Image

Main Posts Background Image

Sabtu, 01 April 2017

Info Pariwisata Indonesia Pulau Guraici Maluku Utara


Karena lokasinya berada di tengah Garis Khatulistiwa membuat Kepulauan Gura Ici memiliki kekayaan biota laut yang beragam. Setidaknya hingga saat ini ada lebih dari sepuluh titik menyelam di Kepulauan Gura Ici. Salah satu yang istimewa Anda dapat berenang dengan ikan pari (manta) di perairan ini.

Baca Juga: Daftar Harga Tenda Dome 2017

Kepulauan Gura Ici merupakan rangkaian beberapa pulau namun namanya dinisbahkan pada salah satu pulau kecil tepat berada di depan Pulau Lelei. Gura Ici sendiri diambil dari bahasa Ternate, yaitu gura yang artinya kebun dan ici artinya kecil.  Ukuran pulau Gura Ici sendiri tidaklah seberapa besar sehingga layaklah dimakanakan pulau kebun kecil. Gura Ici sendiri masuk dalam kawasan Kepulauan Kayoa, Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara.

Di Pulau Lelei yang menjadi lokasi konsentrasi wisata Kepulauan Gura Ici, Anda dapat menjadikannya pijakan penjelajahan untuk menikmati keindahan Gura Ici. Pulau ini dihuni lebih dari 200 kepala keluarga dengan 800 jiwa di satu desa meliputi dua dusun.

Untuk mencapai Kepulauan Gura Ici Anda dapat memanfaatkan kapal cepat (speed boat) dari pelabuhan di Kota Ternate. Ongkos per orangnya Rp70.000,- dengan lama perjalanan sekira 23 jam. Kapal cepat ke Gura Ici sendiri tersedia setiap hari dengan jam keberangkatan sekir pukul 10 pagi. Tersedia pula kapal reguler dengan ongkos Rp70.000,-orang dengan memakan waktu sekitar 8 jam. Anda bisa pula menyewa speed boat dari Ternate dengan biaya Rp3.000.000,- hingga Rp5.000.000,- bergantung pada negosiasi dan lama kebutuhan.

 Untuk menuju Ternate sendiri tersedia beberapa maskapai penerbangan ke Bandara Babullah di Ternate yang dilayani oleh Lion Air, Bataviar, Sriwijaya, dan Garuda.

Patikan Anda melahap hidangan olahan laut di Pulau Lelei. Apapun jenis ikan yang dihidangkan, warga setempat begitu handal meramunya menjadi kuliner lezat. Mereka juga terkadang membuat sagu, roti khas berisi cokelat dari kakao asli, atau hasil kudapan dari ladang yang baru mereka petik.

 Olahan ikan dari laut dapat Anda bakar di pinggir pantai dengna meminta bantuan warga pulau. Mereka dengan ramah akan membantu Anda dan perbincangan pun akan mengalir mencairkan suasana dengan keramahan mereka.

Waktu terbaik untuk menyambangi Kepulauan Gura Ici adalah pada Maret sampai Oktober, itu karena pada masa tersebut perairannya tenang dan teduh.

 Perhatikan bawaan makanan Anda dan air minum untuk bekal selama menginap di Gura Ici. Memang di sana tersedia beberapa warung namun tidak sepenuhnya dapat memenuhi apa yang mungkin Anda perlukan. Makanan harian dapat Anda pesan dari warga sekitar.

 Listrik hanya menyala pukul 18.00-00.00, oleh karenanya pergunakan waktu tersebut untuk mengisi daya smartphoneAnda.

 Jangan biasakan membuang sampah plastik ke pulau yang Anda kunjungi, apalagi membuang sampah ke laut. Telah banyak hewa laut mati karena memakan sampah plastik, bahkan burung-burung laut sering menjadi korban karena mengira sampah plastik adalah mangsa dan makananya.

 Gunakan Bahasa Indonesia dengan baik apabila Anda kesulitan berkomunikasi dengan bahasa lokal setempat, yaitu bahasa Kaiwa.

Gunakan perahu nelayan atau speed boat sewaaan untuk berkeliling di sekitar Kepualuan Gura Ici. Waktu sesaat sebelum pulang ke Ternate dapat Anda sambangi Pulau Pulau Gunange yang ukurannya lebih besar dari Pulau Lelei namun jumlah penduduknya lebih banyak. Warganya banyak yang memelihara kambing di pinggir pantai.

Anda dapat membeli ikan dari nelayan setempat lalu membakarnya langsung di pinggir pantai. Jangan sungkan meminta bantuan nelayan setempat untuk mengolahnya langsung dengan peralatan sederhana, yaitu pembakaran dengan cangkang kelapa dan alas daun untuk piringnya. Makanlah ikan itu dengan bumbu atau kecap manis.

 Anda dapat pula menyambangi Pulau Makean atau Pulau Kenari dimana memang di sini merupakan penghasil kenari terbesar di Maluku Utara. Beli dan cicipi langsung buah kenari di pulau ini dari warga seharga Rp50.000,- per kilonya. Buah kenari tidak mudah untuk dibuka, ada tiga lapis keras cangkang yang perlu dikupas memukulnya dengan batu untuk dimakan biji terdalam yang berwarna putih. Raja buah kenari cukup gurih dimakan langsung. Sejak dahulu masyarakat Maluku memanfaatkan buah kenari untuk membuat bahan campuran pembuat kue dan juga obat.

Share pengalaman kalian saat berkunjung ke tempat ini di dalam komentar ya ;)

Tidak ada komentar

Posting Komentar

Follow us on G+

Error 404

The page you were looking for, could not be found. You may have typed the address incorrectly or you may have used an outdated link.

Go to Homepage