Sungai Musi Jelajahi Urat Nadi Peradaban Palembang


Sungai Musi mengajarkan banyak hal kepada masyarakat Palembang tentang kehidupan. Tentang perilaku bermacam manusia yang pernah mengarungi arusnya bersama perahu-perahu kecil hingga kapal besar. Juga tentang perilaku manusia yang hampir di sepanjang umurnya menggantungkan nasib kepada sungai ini dari ulu ke ilir.

Baca Juga: Daftar Harga Tenda Dome 2017

Para perantau yang datang dari daratan Tiongkok sudah lama menggunakan Sungai Musi sebagai jalur utama tempat lalu lintas. Sungai terpanjang di Sumatera ini, disamping sebagai tempat transaksi perdagangan, juga merupakan sumber mata pencaharian bagi masyarakat, khususnya kaum nelayan.

Para peneliti biologi mencatat setidaknya terdapat 20 jenis ikan langka yang hidup di dalam Sungai Musi, diantaranya ikan tengkeloso (Snclerophages forrnosus), kapas kapas (Rohfeichthys rnicrolepis), ikan elang (Datniodes quadrifsciatus), bulutulang (Crypfopferus apagon), mok-rnok (Hemisilurus scleronerna), sengarat (Belodonfichthys dinema) dan ternparang (Macrofhiricfhys microphirus).

Ikan-ikan melimpah ruah sehingga dimanfaatkan untuk membuat makanan yang dijual oleh apek-apek dengan cara keliling. Apek merupakan panggilan untuk lelaki Tiongkok yang sudah tua. Makanan yang dijual para apek inilah yang kemudian dikenal sebagai pekmpek.

Musi bukan merupakan satu-satunya sungai di kota ini. Kota Palembang dengan julukan “Venesia dari Timur” memiliki lebih dari seratus anak sungai, beberapa diantaranya bermuara langsung di badan Sungai Musi yaitu Air Kelingi, Air Lakitan, Air Rawas, Air Batanghari Leko dan Air Pematang. Sungai Musi menjadi landmark karena merupakan sungai terbesar di Sumatera Selatan.

Umumnya kota-kota budaya tumbuh berkembang di pesisir, di lembah-lembah subur dan sungai besar, termasuk Kota Palembang. Peradaban-peradaban manusia di sepanjang zaman tak pernah terpisahkan dari aliran sungai sebagai sumber air untuk kehidupan. Beberapa kekuasaan termahsur di dunia dibina di tepian sungai besar. Tak sepanjang Sungai Nil di Mesir dan sejarah panjang peradabannya, Sungai Musi pun merupakan salah satu pusat peradaban yang ditandai dengan adanya Kerajaan Sriwijaya yang dipimpin raja-rajanya berdasarkan hikayat China dan guratan-guratan berita di prasasti.

Begitu rumitnya pembuktian perjalanan sejarah di Sriwijaya, namun Sungai Musi tetap memperlihatkan kesederhanaannya dari masa ke masa. Ini tercermin dari airnya yang selalu mengalir dari anak-anak sungai besar yang terhitung 9, mulai dari Jambi dan Bengkulu. Tak heran nama sungai-sungai ini dibesarkan sebagai Batang Hari Sembilan atau 9 sungai besar, yaitu Musi itu sendiri, Komering, Rawas, Leko, Lakitan, Kelingi, Lematang, Semangus, dan Ogan

Hingga kini, masih bisa Anda lihat kehidupan masyarakat di tepi sungai yang bisa dibilang merupakan suatu museum hidup di Kota Palembang. Sebagian dari mereka masih meninggali rumah panggung yang dibagi menjadi beberapa tipe berdasarkan status sosial penghuni pada zaman Kerajaan Sriwijaya; rumah panggung limas untuk keturunan sultan dan rumah rakit untuk rakyat biasa.

Masyarakat Kota Palembang menyadari bahwa terdapat perbedaan tata kota dan tipikal masyarakat di dua wilayah yang dibelah oleh Sungai Musi. Karakteristik yang kontras antara masyarakat Seberang Ulu (koridor selatan sungai) dan Seberang Ilir (koridor utara sungai) merupakan warisan tata budaya yang terbentuk pada zaman Sriwijaya berdasarkan ajaran makro-mikro kosmos.

Ketika itu, sebelah utara merupakan wilayah kerajaan, sementara bagian selatan terdiri dari masyarakat biasa. Konsep ini kemudian terus bertahan dari zaman ke zaman sehingga hari ini, bagian Ilir berkembang menjadi kota metropolitan yang serba modern, sementara bagian Ulu tetap bertahan sebagai periferi dengan karakteristik tradisional.

Bagi Palembang, sungai ini adalah pantai yang memanjang, tempat berlabuhnya kegiatan perekonomian juga penenang ketegangan usai pekerjaan. Airnya yang bergelombang dapat mengembalikan kesegaran jiwa, dan ketegangan raga mengendur di depan keagungannya. Kegiatan rekreasi sudah biasa dipusatkan di tepiannya, mulai dari tempat duduk-duduk, hingga kafe-kafe dan restoran. Lebih menyenangkan lagi, di tepian sungai ini tersedia perahu jelajah yang menghadirkan pandangan orang lalu saat mengarungi Sungai Musi.

Jangan sampai Anda melewatkan waktu untuk melakukan tur di Sungai Musi. Tur Sungai Musi adalah hal yang wajib dilakukan wisatawan yang ingin mengetahui sejarah Palembang. Saat tur di Sungai Musi maka Anda akan menemukan beberapa tempat wisata menarik seperti Pulau Kemarau dan tempat ibadah klenteng. Masyarakat setempat mengandalkan sungai ini untuk transportasi sehingga Anda akan melihat banyak perahu motor membawa penumpang untuk menyebrang.

Baik tua, muda, maupun anak-anak, semuanya menjadi wisatawan di tempat ini. Untuk mengindari cuaca terik, biasanya pengunjung berdatangan pada sore hari sambil menunggu Matahari terbenam berhiaskan panorama Jembatan Ampera. Mereka tidak segera pulang karena suasana malam lebih takjub diterangi oleh lampu-lampu di sekitar sungai.

Selami keunikan rumah rakit yang masih dapat dijumpai di tepian Sungai Musi di daerah Seberang Ilir dan Seberang Ulu, terutama pada lokasi pemukiman asli masyarakat Palembang. Beberapa rumah tradisional telah berumur lebih dari 50 tahun. Rumah-rumah ini memiliki konstruksi apung, dibuatnya dari kayu dan bambu dengan atap nipah dan sirap, namun belakangan ini dilengkapi dengan seng.

Paha hari perayaan tertentu, misalnya Hari Kemerdekaan Indonesia, diadakan festival air di sungai ini seperti perlombaan perahu, kontes menghias perahu, lomba renang melintasi sungai dan masih banyak lagi. Musi Triboatton juga merupakan event tahunan berskala internasional yang memadukan aspek pariwisata dan olahraga. Ajang kompetisi multi cabang olahraga air ini mengajak atletnya mengaruhi Sungai Musi yang melewati beberapa kabupaten sekaligus, seperti Kabupaten Musi Rawas, Kabupaten Musi Banyuasin, Kabupaten Banyuasin dan Kabupaten Empat Lawang.

Sungai Musi terletak di Palembang dan mudah diakses dari bandara Sultan Mahmud Badaruddin II di Jalan Tanjung Api-Api. Bandara ini adalah bandar udara internasional yang dapat diakses dari Malaysia, Singapura, China, dan Thailand. Untuk menuju ke Sungai Musi, Anda dapat naik taksi atau mobil sewaan dari bandara. Jarak antara bandara dan pusat kota sekira 6 km.

Di pusat kota, ada sembilan angkutan umum dan tujuh bus kota dari berbagai tujuan yang dapat membawa Anda ke Ampera.

Surganya kuliner bersemi di tepian Sungai Musi, mulai dari jajanan kaki lima hingga restoran bintang lima tersedia sebagai pilihan. Di kaki jembatan Sungai Musi terdapat foodcourt yang menghidangkan makanan-makanan khas Palembang seperti pempek dan tekwan. Restoran-restoran sederhana pun berjejer, beberapa diantaranya mengusung konsep Restoran Kapal Terapung. Kapal kayu yang sudah tidak dipakai dialih fungsikan sebagai restoran yang menyuguhkan masakan Nusantara.

Untuk berkeliling Sungai Musi maka Anda harus menggunakan perahu motor yang dapat disewa di bawah jembatan Ampera, tepat di depan Museum Sultan Mahmud Badaruddin II atau di depan Benteng Kuto Besak.

Ada beberapa jenis perahu motor seperti speed boat, ketek, dan kapal kecil. Harganya berkisar antara Rp50ribu hingga jutaan rupiah.

Biasanya pengendara perahu ketek akan berebut menawarkan jasa. Untuk jenis perahu tradisional ini, tarif yang dipasang berkisar antara Rp200-400 ribu. Jika ingin berkunjung sejenak ke Pulau Kemaro, Anda bisa meminta pegendara ketek untuk menunggu.

Mulai 2015 Pemerintah Kota Palembang menyediakan Kapal Putri Kembang Dadar berkapasitas 120 orang untuk leluasa mengelilingi Sungai Musi. Kapal ini memiliki fasilitas full AC dan musik yang membuat Anda merasa nyaman dan rileks.

Selain itu, ditawarkan juga menu-menu masakan yang beragam. Tersedia dua jenis paket tur yang bisa disesuaikan dengan kunjungan Anda. Pertama, paket sewa seharga Rp7,5 juta yang dapat dinikmati 120 orang penumpang selama tiga jam perjalanan. Kedua, regular trip yang memberlakukan tarif per orang, yakni Rp90 ribu untuk dewasa, Rp50 ribu untuk anak-anak. Durasi yang ditawarkan adalah satu jam perjalanan dengan minimal 40 orang peserta wisata. Kapal ini beroperasi secara reguler pada hari Sabtu, Minggu serta libur nasional pukul 10.00 dan 15.00.

Dalam jarak kurang dari 2 kilometer dari Sungai Musi dan Jembatan Ampera saja sudah terdapat belasan hotel berbintang yang bisa Anda pilih. Harga hotel-hotel di dekat Jembatan Ampera mulai dari Rp300 ribu hingga di atas Rp1 juta.

Graha Sriwijaya Hotel

Jalan Merdeka No.9, Sumatera Selatan

Tlp. (0711) 373338

Rio City Hotel

Jalan Lingkaran 1 Dempo, Sumatera Selatan

Tlp. (0711) 379696

Emilia Hotel by Amazing

Jalan Letkol Iskandar No.18, Sumatera Selatan

Tlp. (0711) 5630099

Hotel Duta

Jalan Letkol Iskandar, Sumatera Selatan

Tlp. (0711) 372800

Hotel Horison Ultima Palembang

20 Ilir, Ilir Timur, Sumatera Selatan

Tlp. (0711) 388000

Quin Centro Hotel

Kompleks Ilir Barat Permai

Jalan Letkol Iskandar No.1, Bukit Kecil, Palembang, Sumatera Selatan

Tlp. (0711) 318989

Royal Asia Hotel

Jalan Veteran No.521, Kepandean Baru, Ilir Tim I, Kota Palembang, Sumatera Selatan

Tlp. (0711) 372372

SMS/WA 0811.137.2727 BBM. tendabiz Jual Tenda Dome di Simpang Hilir


Jual Tenda Dome 

Murah dan Bagus 

SMS/WA 0811.137.2727 

BBM. tendabiz / 75FE714A

Kami menyediakan tenda dome dan perlengkapan lainnya dengan harga terjangkau dan murah. Cocok untuk memenuhi kebutuhan camping (kemping), piknik, outbound, pramuka, rekreasi outdoor, pantai, gunung, kemah, dan lainnya. Silahkan memilih sesuai dengan kebutuhan anda.
dan siap melayani pengiriman ke seluruh Indonesia

KTD PUSAT TENDA DOME INDONESIA
KTD tenda dome menjual tenda dome dengan harga yang terjangkau cocok untuk perlengkapan liburan bersama keluarga atau sahabat menikmati keindahan Indonesia. 
Cocok untuk kebutuhan di pantai, atau pegunungan.
Tersedia dalam berbagai kapasitas menyesuaikan kebutuhan anda.
Siap melayani pembelian dalam jumlah besar.


DAFTAR HARGA TENDA DOME MURAH BERKUALITAS

KTD TENDA DOME KAPASITAS 2 ORANG

KTD02 2 org Single Layer Rp. 420rb
KTD04 2 org Single Layer Rp. 420rb


KTD06 2 org Double Layer Rp. 460rb
KTD33 2 org Single Layer Rp. 430rb


KTD TENDA DOME KAPASITAS 3 ORANG

KTD05 3 org Double Layer Rp. 500rb
KTD08 3 org Double Layer Rp. 450rb


KTD10 3 org Single Layer Rp. 480rb
KTD11 3 org Single Layer Rp. 460rb


KTD28 3 org Double Door Rp. 520rb


KTD TENDA DOME KAPASITAS 5 ORANG

KTD15 5 org Single Layer Rp. 490rb


KTD TENDA DOME KAPASITAS 6 ORANG

KTD18 6 org Single Layer Rp. 500rb
KTD21 6 org Double Layer Rp. 590rb


KTD TENDA DOME KAPASITAS 8 ORANG

KTD32 8 org Double Layer Rp. 880rb


KTD TENDA DOME PERLENGKAPAN LAINNYA

KTD54 Matras Aluminium Rp. 150rb
 






Silakan lihat harga terupdate di www.tenda.biz
Jangan lupa klik LIKE www.fb.com/tendaindo
Dan follow twitter kami Twitter.com/tendadome

Untuk Wilayah Simpang Hilir Siap di Kirim Dengan Ekspedisi JNE:

Sms/WA: 0811.137.27.27

BBM: tendabiz / 75fe714a


Toko:
Grand ITC Permata Hijau Lantai 2 Blok A15 No.1 Jakarta Selatan



Info Pariwisata Indonesia Taman Nasional Sembilang Sumatera Selatan


Taman Nasional Sembilang merupakan lahan basah luas dengan berbagai ekosistem hutan mulai dari gambut rawa, rawa air tawar, hutan mangrove dan dataran lumpur. Secara administratif, taman ini adalah bagian dari Kabupaten Banyuasin dan telah menjadi taman nasional sejak 19 Maret 2003, ketika dipisahkan dari Taman Nasional Berbak di Jambi oleh pemerintah setempat. Daerah ini dinamakan Sembilang karena memiliki banyak ikan Sembilang(Plotosus canius).

Baca Juga: Daftar Harga Tenda Dome 2017

Semenanjung Banyuasin, terletak di pantai timur Sumatera Selatan, merupakan surga menawan bagi burung air. Kondisi tanahnya yang becek dan perbatasan yang ditumbuhi oleh mangrove menjadikan tempat ini ideal bagi beberapa jenis invertebrata seperti cacing, moluska, dan krustasea. Semenanjungnya yang menjorok ke laut sepanjang 1,5 kilometer juga membuat taman ini menjadi tempat bertengger ideal bagi burung yang bermigrasi dari Asia dan Eropa dari bulan Oktober sampai Desember.

Kuntul Cina (Egretta Eulophotes), Trinil Lumpur-Asia (Limnodromus Semipalmatus), dan Pedendang Topeng (Heliopais Personata), adalah di antara 30 jenis burung yang bermigrasi menuju Semenanjung Banyuasin. Burung-burung ini mencari rumah sementara untuk menghindari musim dingin di habitat utama mereka di Siberia, Semenanjung Korea, dan Jepang. Tujuan akhir mereka adalah daerah sub-tropis Australia.

Anda akan menemukan pemandangan yang sangat eksotis di ujung utara Pulau Betet karena beberapa rawa di daerah ini terkenal dengan habitat ular, buaya dan anggrek langkanya.

Setelah membeli atau menangkap ikan, Anda dapat meminta penduduk setempat untuk memasakan ikan tersebut dengan membayar beberapa rupiah. Karena tidak mungkin membuat perapian di daerah pemukiman, karena semua kondisi rumah di taman ini berada diatas sungai.

Kunjungan Anda tidak akan sempurna jika Anda tidak mencoba menikmati ikan Sembilang.

Setelah membeli atau menangkap ikan, Anda dapat meminta penduduk setempat untuk memasakan ikan tersebut dengan membayar beberapa rupiah. Karena tidak mungkin membuat perapian di daerah pemukiman, karena semua kondisi rumah di taman ini berada diatas sungai.

Kunjungan Anda tidak akan sempurna jika Anda tidak mencoba menikmati ikan Sembilang.

Menikmati keindahan hutan mangrove di Taman Nasional Sembilang merupakan daya tarik lainnya di daerah rawa, sepanjang sungai dan laut. Anda dapat meminta pihak berwenang setempat untuk membawa Anda menyaksikan buaya, ular, dan sarang burung, atau untuk mengagumi tanaman yang terancam punah. Anda juga dapat menangkap ikan di sini bersama dengan penduduk setempat.

Ada beberapa tips berguna bagi Anda yang ingin berkunjung ke daerah ini. Harap membawa jas hujan, tas plastik besar, makanan dan bahan bakar. Hindari perjalanan malam, kecuali jika Anda ingin melihat buaya.

Anda dapat menggunakan kapal cepat dengan kapasitas 40 penumpang untuk mencapai Taman Nasional Sembilang. Ada dua rute menuju daerah ini yaitu dari Sungsang, ibu kecamatan Banyuasin II-yang akan memakan waktu sekitar dua jam, atau dari Palembang yang akan memakan waktu sekitar empat jam.

Untuk perjalanan di sekitar taman nasional, Anda harus terlebih dahulu mendapatkan izin masuk dari kantor Taman Nasional Sembilang di Jalan AMD, Kelurahan Talang Jambe, Kecamatan Sukarami, Palembang, telepon (0711) 7839200. Kantor ini akan menyediakan penjaga yang akan membantu Anda melalui sungai, teluk dan laut. Akan lebih baik jika Anda menghubungi kantor manajemen minimal satu minggu di depan, sehingga memungkinkan mereka untuk mempersiapkan kebutuhan Anda. Ombak di daerah ini sangat berbahaya dan jika awak kapal Anda tidak berpengalaman, kemungkinan kapal dapat terbalik.

Share pengalaman kalian saat berkunjung ke tempat ini di dalam komentar ya ;)

SMS/WA 0811.137.2727 BBM. tendabiz Jual Tenda Dome di Simpang Dua


Jual Tenda Dome 

Murah dan Bagus 

SMS/WA 0811.137.2727 

BBM. tendabiz / 75FE714A

Kami menyediakan tenda dome dan perlengkapan lainnya dengan harga terjangkau dan murah. Cocok untuk memenuhi kebutuhan camping (kemping), piknik, outbound, pramuka, rekreasi outdoor, pantai, gunung, kemah, dan lainnya. Silahkan memilih sesuai dengan kebutuhan anda.
dan siap melayani pengiriman ke seluruh Indonesia

KTD PUSAT TENDA DOME INDONESIA
KTD tenda dome menjual tenda dome dengan harga yang terjangkau cocok untuk perlengkapan liburan bersama keluarga atau sahabat menikmati keindahan Indonesia. 
Cocok untuk kebutuhan di pantai, atau pegunungan.
Tersedia dalam berbagai kapasitas menyesuaikan kebutuhan anda.
Siap melayani pembelian dalam jumlah besar.


DAFTAR HARGA TENDA DOME MURAH BERKUALITAS

KTD TENDA DOME KAPASITAS 2 ORANG

KTD02 2 org Single Layer Rp. 420rb
KTD04 2 org Single Layer Rp. 420rb


KTD06 2 org Double Layer Rp. 460rb
KTD33 2 org Single Layer Rp. 430rb


KTD TENDA DOME KAPASITAS 3 ORANG

KTD05 3 org Double Layer Rp. 500rb
KTD08 3 org Double Layer Rp. 450rb


KTD10 3 org Single Layer Rp. 480rb
KTD11 3 org Single Layer Rp. 460rb


KTD28 3 org Double Door Rp. 520rb


KTD TENDA DOME KAPASITAS 5 ORANG

KTD15 5 org Single Layer Rp. 490rb


KTD TENDA DOME KAPASITAS 6 ORANG

KTD18 6 org Single Layer Rp. 500rb
KTD21 6 org Double Layer Rp. 590rb


KTD TENDA DOME KAPASITAS 8 ORANG

KTD32 8 org Double Layer Rp. 880rb


KTD TENDA DOME PERLENGKAPAN LAINNYA

KTD54 Matras Aluminium Rp. 150rb
 






Silakan lihat harga terupdate di www.tenda.biz
Jangan lupa klik LIKE www.fb.com/tendaindo
Dan follow twitter kami Twitter.com/tendadome

Untuk Wilayah Simpang Dua Siap di Kirim Dengan Ekspedisi JNE:

Sms/WA: 0811.137.27.27

BBM: tendabiz / 75fe714a


Toko:
Grand ITC Permata Hijau Lantai 2 Blok A15 No.1 Jakarta Selatan



Info Pariwisata Indonesia Goa Putri Sumatera Selatan


Goa Putri adalah tujuan wisata terkemuka di Provinsi Sumatera Selatan, terletak 230 kilometer dari Palembang, atau 35 kilometer dari Baturaja, ibu kota Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU). Gua ini terletak sekitar satu kilometer dari jalan lintas Sumatera yang menghubungkan Baturaja dan Muara Enim.

Baca Juga: Daftar Harga Tenda Dome 2017

Gua ini penuh dengan stalaktit dan stalagmit. Stalaktit merupakan kalsium karbonat yang menggantung dan membeku di langit-langit gua dan dapat ditemukan di gua kapur. Stalagmit adalah batuan berbentuk kerucut es yang menghadap ke atas dapat ditemukan di lantai gua. Di Goa Putri, stalaktit dan stalagmit bertemu membentuk pilar yang unik. Gua ini juga memiliki kolam yang airnya berasal dari gua-gua yang airnya berasal dari Sungai Semuhun, yang bermuara di Sungai Ogan.

Kolam tersebut lebarnya 20 meter lebar dan panjangnya 160 meter. Di beberapa bagian gua terdapat  batu lebar di mana Anda bisa duduk dan tidur. Gua ini gelap meskipun terdapat beberapa lampu yang dipasang di berbagai sisi. Cahaya yang redup membuat gua terlihat sangat ajaib.

Untuk menikmati Goa Putri, pengunjung harus membayar tiket sebesar Rp 5.000 per orang dan Rp 10.000 untuk parkir.

Gua ini terkenal dengan stalaktit dan stalagmit. Pengunjung dapat menikmati pemandangan stalaktit dan stalagmit ini sambil duduk di bebatuan dan mengambil gambar. Jangan lupa untuk mencuci muka di kolam Pangeran Dayang Merindu. Penduduk setempat percaya bahwa mereka yang mencuci muka di kolam ini sambil berdoa, doa-doa mereka akan menjadi menjadi kenyataan.

Setelah tiba  di bandara Sultan Mahmud Badaruddin II di Palembang, Anda dapat menyewa mobil ke Goa Putri, sekitar  230 kilometer jauhnya. Jika Anda ingin menggunakan angkutan umum, Anda dapat mengambil bus ke Baturaja dari stasiun bus Palembang. Dari Baturaja ke Goa Putri, tersedia beberapa bentuk transportasi umum, rute yang tersedia adalah Baturaja – Muara Enim. Angkutan umum di Sumatera Selatan biasanya beroperasi  pada saat pasar di kota sangat padat.

Warung makanan tidak tersedia di tempat ini, jadi lebih baik Anda membawa perbekalan Anda sendiri.

Anda dapat berjalan melalui jalan yang curam dan licin sekitar 200 meter. Sebagian besar daerah ini masih tertutup bagi pengunjung karena jalurnya yang berbahaya, gelap dan biasanya dihuni oleh kelelawar yang dapat Anda temui ketika memasuki gua ini.

Wisatawan dapat menginap di sejumlah hotel murah yang tersedia di Baturaja. Jika Anda ingin melanjutkan perjalanan ke Danau Ranau, akan lebih baik jika Anda tinggal di Muara Dua. Hanya ada satu hotel dan satu penginapan di kota kecil ini, terletak di dekat pasar Tengah Batu Bawah di Muara Dua.


Share pengalaman kalian saat berkunjung ke tempat ini di dalam komentar ya ;)

Info Pariwisata Indonesia Pulau Kemaro Sumatera Selatan


Pulau Kemaro berada di delta Sungai Musi. Nama Pulau Kemaro diberikan penduduk setempat karena delta ini selalu kering dan tidak pernah berair, bahkan ketika air pasang, seolah-olah seperti sebuah pulau terapung.

Baca Juga: Daftar Harga Tenda Dome 2017

Pulau ini adalah tempat yang sangat spesial bagi etnis Cina lokal. Di pulau ini, ada pagoda dan kuil-kuil. Keberadaannya berkaitan erat dengan sebuah legenda yang mengatakan bahwa delta muncul sebagai bukti cinta Putri Siti Fatimah (putri Raja Sriwijaya) kepada kekasihnya. Kisahnya mirip dengan Romeo dan Juliet, atau Sampek Eng Tay.

Legenda ini dimulai pada akhir abad ke-14 ketika seorang pangeran dari Cina, Tan Bu An, datang ke Palembang untuk belajar. Setelah tinggal di sini selama beberapa waktu, ia jatuh cinta dengan putri Siti Fatimah. Dia kemudian datang ke istana untuk melamarnya. Orangtua Siti Fatimah memberikan persetujuan namun dengan satu syarat; Tan Bu An harus memberikan hadiah.

Tan Bu An kemudian mengutus bawahannya untuk kembali ke China dan meminta semacam hadiah dari ayahnya untuk diberikan kepada Raja. Segera setelah itu, utusan itu kembali dengan sayuran dan buah-buahan. Tan Bu An terkejut dan marah karena ia berharap ayahnya memberikan guci Cina, keramik dan uang.

Dia melemparkan muatan kapal tersebut ke Sungai Musi, dia tidak tahu bahwa sebenarnya  ayahnya menaruh uang di dalam sayuran dan buah-buahan tersebut. Karena dia malu setelah mengetahui tentang kesalahannya, dia mengumpulkan yang telah dibuangnya ke sungai dan Tan Bu An tidak pernah kembali lagi karena ia tenggelam bersama dengan sayuran dan buah-buahan tersebut.

Ketika Siti Fatimah mendengar tentang tragedi itu, dia berlari ke sungai dan menenggelamkan diri untuk mengikuti kekasihnya. Sebelum itu, dia meninggalkan pesan: “Jika Anda melihat sebuah pohon tumbuh di sebidang tanah di mana aku tenggelam, ini akan menjadi pohon cinta kita”.

Sang putri kemudian tenggelam dan kemudian sebidang tanah muncul di permukaan sungai. Masyarakat setempat percaya bahwa ini adalah makam pasangan kekasih tersebut dan karena itu, mereka menyebutnya “Pulau Kemaro” yang berarti meskipun air pasang di Sungai Musi, pulau ini akan selalu kering.

Etnis Tionghoa setempat percaya bahwa nenek moyang mereka, Tan Bun An, tinggal di pulau ini. Oleh karena itu, daerah ini selalu ramai selama Tahun Baru Cina. Pada tahun 2006, pagoda dibangun sebagai tempat ibadah dan untuk acara lainnya.

Pulau Kemaro adalah pulau kecil yang bisa dijelajahi dengan berjalan kaki sambil melihat pemandangan yang indah.

Pulau Kemaro terletak di Palembang, Sumatera Selatan. Untuk menuju ke Palembang, Anda dapat mengambil penerbangan ke bandara internasional Sultan Mahmud Badaruddin II, yang terletak di jalan Tanjung Api-Api. Bandara ini bahkan dapat diakses dari berbagai negara seperti Malaysia, Singapura, Cina, dan Thailand. Jarak antara bandara dan Sungai Musi adalah sekitar 6 km. Anda dapat naik taksi atau mobil sewaan dari bandara.

Di Pusat Kota, ada 9 sarana transportasi publik termasuk tujuh bus kota dari berbagai tujuan yang dapat membawa Anda ke Ampera dengan biaya hanya Rp1.500,00-Rp5.000,00.

Dari Sungai Musi, Anda dapat menggunakan perahu atau menyewa perahu cepat atau ketek yang akan memakan waktu sekitar 30 menit dari Jembatan Ampera dengan biaya Rp50.000,00 – Rp70.000,00.


Share pengalaman kalian saat berkunjung ke tempat ini di dalam komentar ya ;)